
Matematika adalah salah subjek yang terus berdampingan dengan kehidupan kita sehari-hari.
Seringkali kita mendengar di kalangan peserta didik, Matematika masih menjadi hal yang menakutkan. Matematika dianggap sebagai sebuah pelajaran yang sulit dipelajari. Saat saya mengajar, seringkali para peserta didik bertanya banyak akan urgensi mempelajari Matematika. Mengapa harus belajar Matematika? Mengapa Matematika itu penting dipelajari? Apa gunanya Matematika dalam kehidupan sehari-hari? Untuk apa belajar aljabar jika tidak kita gunakan dalam kehidupan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul sebagai sikap kritis peserta didik akan ketakutan yang dialaminya.
Ketakutan ini juga ternyata berdampak pada kemampuan peserta didik dalam matematika. Menurut hasil Survey Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh Organization for Economic CO-operation and Development (OECD) terhadap anak usia 15 tahun pada 2018 menempatkan kemampuan matematika pelajar Indonesia ada di peringkat ke-72 dari 78 negara. Berbeda dengan negara Asia Tenggara lainnya dimana Malaysia berada 25 peringkat diatas Indonesia, terlebih lagi Singapura berada di peringkat kedua. Hasil skor Indonesia masih jauh di bawah rata-rata dunia dan tidak ada peningkatan signifikan setiap test.
Ketakutan ini juga ternyata berdampak pada kemampuan peserta didik dalam matematika. Menurut hasil Survey Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh Organization for Economic CO-operation and Development (OECD) terhadap anak usia 15 tahun pada 2018 menempatkan kemampuan matematika pelajar Indonesia ada di peringkat ke-72 dari 78 negara. Berbeda dengan negara Asia Tenggara lainnya dimana Malaysia berada 25 peringkat diatas Indonesia, terlebih lagi Singapura berada di peringkat kedua. Hasil skor Indonesia masih jauh di bawah rata-rata dunia dan tidak ada peningkatan signifikan setiap test.
![]() |
| Sumber : OECD |
Dari hasil survey tersebut seharusnya memicu para guru khususnya guru Matematika untuk memikirkan bagaimana caranya agar Matematika bukan lagi hal yang ditakuti. Matematika akan disenangi dan mudah dipahami. Peran guru sangat dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran yang menyenangkan sehingga materi menjadi mudah dipahami. Kurikulum 2013 telah memfasilitasi berbagai model dan pendekatan untuk menjadikan pembelajaran menyenangkan. Meskipun dalam kenyataan di lapangan masih banyak guru yang masih senang menggunakan metode konvensional.
Guru Matematika sangat perlu memberikan pentingnya materi Matematika yang dipelajari kepada peserta didiknya. Seringkali guru menjelaskan bahwa kegunaan Matematika dalam kehidupan sehari-hari berupa perhitungan ketika melakukan transaksi jual beli, menghitung luas tanah atau sawah, penggunaan skala bagi seorang arsitek ataupun aritmatika sosial. Padahal kegunaan Matematika jauh lebih dari itu.
Matematika memiliki fungsi math for math, math for the other subject dan math for daily life. Matematika berfungsi untuk matematika itu sendiri berupa perhitungan atau simbol yang digunakan dalam matematika. Adapun untuk subjek lainnya, Matematika kita ketahui digunakan hampir dalam seluruh subjek. Diantara pelajar yang memilih jurusan untuk ke perguruan tinggi banyak diantara mereka yang ingin menghindari pelajaran Matematika. Namun mereka harus tetap bertemu dengan statistika di semester akhir.
Matematika untuk kehidupan sehari-hari, tidak sebatas yang biasa dijelaskan guru bahwa penggunaan Matematika yaitu saat transaksi jual beli dan sebagainya. Lebih dari itu, Matematika memiliki fungsi dalam pola hidup. Karena sejatinya Matematika belajar untuk berpikir. Berpikir sistematis, berpikir logis, berpikir deduksi, berpikir menentukan strategi, berpikir untuk membuat alasan atau bukti yang jelas, berpikir untuk menarik kesimpulan serta keterampilan berpikir lainnya.
![]() |
| Pembelajaran Matematika di SMPIT Assyifa |
Dengan belajar Matematika, seseorang akan terlatih kemampuan-kemampuan berpikir tersebut. Terlebih jika mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan belajar matematika, segala sesuatu yang kita lakukan menjadi sangat sistematis. Semua hal dalam hidup menjadi sangat teratur dan mengikuti aturan agama tentunya. Dengan Matematika seseorang dapat belajar untuk menentukan strategi dengan menggunakan logika dan berpikir deduksi pada apa yang dilakukan setiap ada kendala dalam kehidupan sehari-hari. Begitulah Matematika, berguna pada setiap langkah dalam hidup kita.


Mantapks lanjutkan....asyik sekali bacanya
ReplyDeleteSiap laksanakan Pak...
DeleteTiasa meser pulsa?
ReplyDeleteMangga Pak 😅
DeleteWalaupun saya dulu anak IPS, kadang alergi matematika, mau ngga mau ketemu terus sama matematika kehidupan maka nya cari istri yg jago matematika, akhirnya dapat anak fisika sesuai visi misi
ReplyDeleteSaling melengkapi jadinya ya Pak.. 🙂
Delete"Hidup bermatematika" sesuai dengan falsafah kehidupan ya, tak bisa lepas dari angka. Walaupun sudah berusaha menghindari dengan masuk jurusan IPS ttp saja bertemu dgn matematika kehidupan
ReplyDeleteBetul Bun, selalu mengiringi setiap langkah kita ☺
DeleteMantul
ReplyDeleteAlhamdulillah 🙂
Delete